Desa Oeltua
Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang
Sejarah Desa

A. SEJARAH DESA OELTUA
Desa Oeltua merupakan salah satu desa dari wilayah
kecamatan Taebenu yang cukup dikenal dengan berbagai jenis
tanaman perdagangan. Sejak dulu Desa ini terkenal dengan hasil
barang komoditi Pertanian tanaman pangan. Sejarah terbentuknya
Desa Oeltua tidak terpisahkan dari sejarah terbentuknya Kecamatan
Taebenu dan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Kupang.
Oeltua pada pergolakan antara suku pada masa penjajahan dan
masa kerajaan dihasilkan pengelompokan-pengelompokan dalam
masyarakat sebagai salah satu kelompok sosial, dimana yang kuat
yang menang dan yang lemah berada pada posisi yang kalah, hal itu
menyebabkan yang kalah mulai mencari pemukiman-pemukiman
yang baru untuk berlindung dan menetap demi mempertahankan
hidup.
Awal mula wilayah desa oeltua terbentuk pada saat timbul
perang antar suku yaitu suku Bisilisin dan suku Amarasi. Dalam
peperangan tersebut, suku Bisilisin hampir mengalami kekalahan,
sehingga ia meminta bantuan kepada suku Nakmofa. Sebelum
mengadakan peperangan, suku Bisilisin mengadakan perjanjian
dengan suku Nakmofa yakni jika suku Bisilisin menang terhadap
suku Amarasi maka suku Bisilisin menyerahkan sebidang tanah
kepada suku Nakmofa sebagai imbalan jasa yang terletak di Desa
Oeltua.
Pada akhirnya dengan bantuan prajurit perang dari suku
Nakmofa maka suku Bisilisin memenangkan perang dan
memberikan wilayah desa oeltua untuk suku Nakmofa tinggal dan
mendiami wilayah tersebut. Maka suku nakmofa adalah suku
pertama penghuni Desa Oeltua dan Mafefanya yang adalah Atolo.
Pemukiman baru yang didiami mempunyai potensi alam sendiri
yang juga merupakan factor pendukung untuk mempertahankan
hidup, yakni ditemukan suatu mata air, dan setelah itu menebang
satu pohon tuak untuk menutup mata air tersebut supaya tetap
bersih. Berdasarkan hal ini maka tempat atau wilayah ini
dinamakan Oeltua yang secara etimologi berasal dari dua suku kata
yakni : Oel yang artinya air dan Tua yang artinya nama pohon yang
dipakai untuk menutup air tersebut yaitu pohon tuak. Tidak lama
kemudian, karena bertambahnya penghuni yang datang untuk
tinggal dan menetap di wilayah Oeltua maka dipilih badan-badan
pemimpin dalam masyarakat yakni Temukung.
Mulai dari terbentuknya pemimpin masyarakat sampai pada
masa berakhirnya dalam memasuki masa kemerdekaan dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Nusasan ± Tahun 1800-1890.
2. Sutra Nusa ± Tahun 1890-1911.
3. Toni Kusi ± Tahun 1911-1930.
4. Kusi Toni ± Tahun 1930 hingga masa kemerdekaan.
5. P.P Nakmofa ± Tahun 1967-1976.
6. S. Baitanu Tahun 1976 dan selanjutnya Temukung diubah
menjadi Kepala Dusun.
Ketika Bangsa Indonesia memasuki masa Orde Baru, dan mulai
terbentuknya Lembaga Pemerintahan Desa maka Desa Oeltua ini
merupakan gabungan dan empat wilayah yang sebelumnya memiliki
Temukung tersendiri yaitu :
1. Takain Nakaf meliputi wilayah Oeltua (sekarang adalah Dusun I
dan Dusun II).
2. Nakmofa Nakaf wilayah Oeltua I meliputi Oelusapi dan Bonen
(DusunIII).
3. Amnahas Nakaf meliputi wilayah Oelekam dan O'aem (Dusun
IV).
4. Manane Nakaf meliputi wilayah Binilaka (Sekarang Dusun V).
B. PEJABAT KEPALA DESA OELTUA
Sejak tahun 1966, terbentuknya Pemerintah Orde Baru. Maka dari 4 wilayah Tamukung digabung jadi 1 wilayah Pemerintahan Desa yaitu Desa Oeltua dan sudah 9 kali pergantian Kepala Desa.
Berdasarkan SK Bupati yakni :
- Tahun 1966-1977 dipimpin oleh Isai Takain (Alm)
- Tahun 1977-1989 dipimpin oleh Cornalius Takain (Alm)
- Tahun 1989-1999 dipimpin oleh Yusak Bani
- Tahun 1999-2004 dipimpin oleh Petrus Nakmofa
- Tahun 2004-2009 dipimpin oleh Daud O. Takain
- Tahun 2009-2015 dipimpin oleh Musa Mananel (Alm)
- Tahun 2015 sejak tanggal 18 Mei 2015-31 Mei 2016 dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa Y. Atolo.
- Tanggal 01 Juni 2016-14 Desember 2016 dipimpin oleh penjabat Kepala Desa I Putu Dedi Ariadi.
- Tahun 2016-2022 dipimpin oleh Daniel Noh Hanok Mananel
- Tahun 2022 – sekarang dipimpin oleh Elia Olla


